Pages

Showing posts with label sulaman. Show all posts
Showing posts with label sulaman. Show all posts

Monday, June 2, 2008

Our Boutique







Sulaman & Bordiran ANNISA
Jl. Raya Bengkawas No.9 Km.3 Bukittinggi 26111
West Sumatra Indonesia T +62752 21305

Sunday, June 1, 2008

Our Batik





kata Batik berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan kBatik e atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing".

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis batik

* Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
* Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Our Kebaya

Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.

Dipercaya kebaya berasal dari Tiongkok[rujukan?] ratusan tahun yang lalu. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat.

Sebelum 1600, di Pulau Jawa, kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan di sana. Selama masa kendali Belanda di pulau itu, wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini, kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni.

Pakaian yang mirip yang disebut "nyonya kebaya" diciptakan pertama kali oleh orang-orang Peranakan dari Melaka. Mereka mengenakannya dengan sarung dan kaus cantik bermanik-manik yang disebut "kasut manek". Kini, nyonya kebaya sedang mengalami pembaharuan, dan juga terkenal di antara wanita non-Asia.

Terpisah dari kebaya tradisional, perancang mode sedang mencari cara memodifikasi desain dan membuat kebaya menjadi pakaian yang lebih modern. Kebaya yang dimodifikasi itu malah bisa dikenakan dengan jins atau rok.

Bordir Terawang dari Bengkawas


Ke padang, rasanya belum lengkap kalau belum membeli baju kurung berhiaskan bordir. Baju kurung itu biasa di beli dipasar tradisional atau di butik. Tapi, jika menginginkan baju kurung dengan aneka motif bordir. Anda bisa berkunjung ke Jalan Raya Bengawas yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari Bukittinggi.
Di pinggir jalan itu deretan toko menjual aneka kain bermotif khas Minangkabau. Kain itu dapat dibuat kebaya, baju kurung, selendang, hingga mukena. Bahkan ada juga peralatan makan, seperti taplak meja dan alas gelas.

Tempo pun masuk ke salah satu toko itu. Namanya toko Annisa Dari balik etalase kaca toko itu, terlihat boneka manekin memakai kebaya dan baju kurung warna keemasan. Sangat cantik dan anggun. Ditoko yang berlantai dua itu, pengunjung dapat memilih kebaya bordir terawang, selendang bersulam benang emas, baju kurung bordiran, jilbab berhias payet, mukena bordir dan baju koko. Tak hanya itu tersedia pula songket tenunan Pandai Sikek dan songket Silungkang khas Minang.

Motif bordiran kebaya dan baju kurung kebanyakan mengunakan bordiran terawang. Bordiran itu dibuat di atas bahan sutra, sifon, katun dan linen.
Bordir terawang juga tampak mengiasi taplak meja, tas dan seprai.
Bordir terawang dangat diminati,” kata indrawati, pemilik Toko Annisa. Menurut dia, cara membuat bordir terawang cukup rumit. Sebelum kain bordir, serat-serat kain dicabut terlebih dahulu. Ada bagian serat kain yang diikat kembali, baru dibordir sesuai dengan motif yang diinginkan. Khusus untuk membuat bordir, Indarawati memiliki beberapa tukang bordir.

Toko-toko dikawasan Bengkawas itu menarik perhatian banyak pelancong. Siang itu, sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan local berhenti di halaman Toko Annisa.
Puluhan perempuan yang baru turun dari bus merangsek masuk ke toko itu. Seketika, mereka pun terbenam dalam keasyikan memilih kebaya dan kain. Diantara mereka ada juga yang mencoba mukenah dan jilbab.
Lima pelayan toko tampak mondar- mandir melayani pembeli, sedangkan pengunjung pria menunggu di kursi tamu sambil menikmati segelas kopi susu gratis.

Juriah, 41 tahun ,wisatawan asal Yogyakarta, mengatakan untuk kedua kalinya ia berkunjung ke Bengkawas. “Hari pertama saya hanya melihat lihat-lihat,”ujarnya.“ Lalu saya bandingkan harga ketempat lain ”
Pebandinganya adalah di Pasar Atas, tidak jauh dari Jam Gadang, mascot kota itu. Pedagang dipasar itu menyebut Rp 2 juta untuk satu mukena bordeir “waduh mahalnya. Saya nggak jadi beli,” kata dosen sebuah pengguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini.
Juriah pun kembali ke Jalan Bengkawas. Di Kawasan ini Mukena bordir dipatok Rp 75 ribu sampai Rp 1 juta. “Jadilah saya membeli mukenah di sini,” ujarnya.
Menurut dia,soal harga di Begawan memang lebih mahal,tapi barang yang di beli sesuai kualitas. Misalnya, satu potong kebaya border di bengkawas harganya Rp 200 ribu sampai 1,5 juta. “Ditempat lain bisa lebih mahal kalau tak pintar-pintar menawar,” ujar juriah. Indrawati menjamin kain yang di jual di tempatnya tidak akan sama dengan produk di tempat lain. Setiap motif dan warna bordir ia rancang sendiri. “Kami tidak buat produksi ini secara massal.

Bordiran Buatan Anak Jahit


Hiasan bordiran atau sulaman kain khas sumatera barat bukan buatan pabrik, melainkan di bordir sendiri oleh para gadis dan ibu-ibu di rumah. Di Padang, usaha membordir itu terdapat di Kampung Pariaman , Koto gadang, dan Ampek Angkek di Kabupaten Agam.

Tukang border itu disebut anak jahit. Anak jahit di upah oleh para pemilik modal atau took. Indrawati, pemilik toko Annisa, misalnya, saat ini memiliki 100 anak jahit yang tersebar di kampumg-kampung. “Saya hanya berhubungan dengan penanggung jawab dari tiap daerah,”ujarnya
Motif bordir, sulaman, dan tenunan yang di pesan kebanyakan motif natural, seperti bunga, daun, sulur, rumput dan kupu-kupu atau motif tradisional Minangkabau yang penuh makna dan symbol, seperti motif Pucuak Rabuang, yang melambangkan ajaran tentang norma-norma kebaikan dan kebenaran sesuai dengan hukum adat. Motif Saik Kalamai artinya si cantik manis, hanya dipakai untuk bordiran pada baju perempuan.
Jika anda ingin tau para anak jahit itu menenun. Anda bisa dating ke kampong Pandai Sikek di kaki Gunung Singgalang
Di tempat ini puluhan rumah dijadikan bengkel kerja untuk membuat tenunan. Selain juga dapat menyaksikan langsung bagai mana benang di pintal, pengunjung dapat di membeli tenunan songket dirumah tenun.
Salah satunya adalah Rumah Tenunan Pusako. Di rumah khans Minang ini dijual akin-akin songket yang indah dengan harga Rp 700 ribu hingga Rp 7 juta. Selain itu, dijual pula aneka hiasan dinding dari tenunan songket, sepatu, dan taplak meja.

sumber : Koran Tempo 17/05/2008